Wayang Windu, hamparan kebun teh yang bikin gak mau pulang

Minggu siang, tanpa basbus saya dan keluarga serta sepupu saya memutuskan untuk jalan-jalan ke salah satu tempat wisata yang sedang hits di Bandung. Berangkat sekitar jam 12 siang, kami berdelapan dengan dua mobil akhirnya meluncur ke lokasi Wayang Windu Panenjoan yang biasa dikenal Mountain Bike Park.

Kenapa disebut Wayang Windu? Karena letaknya berada di Gunung Wayang dan Gunung Windu. Terdapat kawah juga pada kawasan ini. Lokasinya berada di ketinggian 1600 sampai 1800 mdpl, makanya harus siap-siap jaket, topi, kaos kaki atau sarung tangan karena hawanya menurut saya cukup dingin dan angin ketika sore hari.

Perjalanan menuju lokasi ini juga ternyata tidak mudah. Kami sampai di lokasi kira-kira pk. 15.30. Cukup lama juga perjalanan kesini dari Kopo. Ternyata setelah dibaca ulang memang jauh lokasinya. Berjarak kurang lebih sekitar 65 KM dari pusat kota Bandung dengan waktu tempuh sekitar dua sampai tiga jam perjalanan. Sedangkan untuk yang lewat Tol Purbaleunyi bisa keluar di GTO Moh toha lalu ambil jalur kanan dan lanjutkan perjalanan menuju arah Pangalengan.

Selama di perjalanan, banyak spot menarik, karena pada dasarnya kita sedang naik ke pegunungan, pastinya pemandangan sekitar pasti menggiurkan untuk stop dan foto-foto. Arah ke Wayang Windu ini juga melewati kawasan wisata lain seperti Rumah Pengabdi Setan, dll.

Spot-spot foto yang bikin hati jadi adem.
Ada sungai yang bikin pengen foto-foto dulu sebelum lanjut ke lokasi.

Jalan menuju gunung rusak parah, Avanza dan Innova kami kerja keras untuk naik sampai atas, ban seperti gampang slip, untungnya kami aman sampai keatas walaupun bau kopling tercium dimana-mana, mungkin karena mobil lain juga mengalami hal yang sama. Tidak disarankan memakai sedan atau mobil kecil kesana.

Sesampainya disana suguhan pertama adalah area park untuk leyeh-leyeh dan bersantai di hutan yang ada di kawasan Gunung Wayang.

Kawasan hutan pinus yang adem dan kece untuk foto-foto. Oya, kenalkan ini Listia kakak sepupu saya yang paling kece, super seru jalan bareng doi 😘😘
Dari hutan ini kita bisa lihat pemandangan hamparan kebun teh dan juga asap-asap hasil pembakaran PLTA di area itu.
Saya sempat foto ini, kece gak? Modelnya tentu si kesayangan, Arnold

Jalan lagi ke area utama harus memakai mobil dan jalan bukan makin bagus tapi makin rusak. Hati-hati buat yang ke area ini, siap-siap ganti kopling 😁. Tapi semua terbayar ketika sudah sampai di parkiran, hamparan kebun teh yang tadi kita lihat super bagus dan udaranya super sejuk. Sayang saya pergi kesini disaat sudah pandemi jadi tetap harus bermasker. Kalau gak, pasti lebih fresh lagi karena udara sejuk dan angin yang semilir.

Lihat deh adik sepupu saya Eon, hmm kece nih fotonya.

Ok, lanjut masuk ke dalam, beli tiket Rp 10.000,- / orang. Dengan fasilitas toilet, musholla, tempat jajan dan view buat foto-foto ya super worthed. Yuk cek semua spot disini yang menurut saya wajib punya fotonya.

Hamparan kebun teh disekitarnya memang bagus banget untuk di capture, daun tehnya juga menurut saya dijaga dengan baik, saya gak nemu satupun yang gersang, beda waktu saya di Sukawana, kebun teh tersebut ada bagian yang tidak terawat.
Spot yang sepertinya wajib difoto saat berkunjung kesini. Agak serem, tapi buat yang berani sih aman-aman saja.
Jalan-jalan di sepanjang jalur kayu tempat spot foto ini adalah yang paling menarik.
Favorit spot yang harus ngantri fotonya.
Kalau yang ini favorit Arsten, kok dia gak takut ya padahal ini spot yang tertinggi. Hebat Dek!

Banyak lokasi-lokasi ngadem disini, ada pendopo-pendopo kecil yang gratisan dan yang berbayar, saya gak tahu apa bedanya, tapi yang jelas semakin tinggi pendoponya itu yang berbayar. Disini ternyata banyak dipakai untuk lokasi shooting, waktu saya kesana ada beberapa agency yang sedang shooting iklan. Kebayang shooting iklan dengan baju kutung-an, angin super kenceng, semoga aja mas nya gak masuk angin.

Ini pendopo ngadem yang saya ceritain barusan. Cocok banget buat yang pengen refresh menikmati alam sambil menunggu sunset.
Spot kebun cantik ini betul-betul refresh mata, refresh pikiran. Buat yang stress musti mampir kesini.
Ya akhirnya gak tahan ingin coba lihat viewnya terbalik, ternyata tetap kece dan makin betah disini.
Hmmm gimana? Bagus kan viewnya?

Ketika sudah hampir maghrib, sunset mulai datang dan pemandangan makin cakep. Sayang waktu kesini saya gak bawa tripod, kalau gak saya bisa gabung bersama fotographer-fotographer yang kejar moment sunset, bikin hdr, dll. Seru kayanya.

Akhirnya ya difotoin aja deh, karena sunset di belakang saya ini cantik banget.

Pengalaman pergi ke tempat seperti ini pastinya lumayan membuat pikiran dan mata jadi lebih fresh, tapi tetap musti siap-siap untuk menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Saran saya kalau bawa anak-anak lebih baik bawa bekal karena pasti lapar di jalan.

Di akhir perjalanan seperti biasa kita harus foto bareng, ya ini genk nya kalau pergi bareng-bareng.
Seperti biasa kayanya foto berdua gini paling satu atau dua foto aja, ya lumayan kita punya foto bareng ya Nold.

Ok, sampai sini dulu ceritanya, gimana? Tertarik untuk mampir? Kalau iya, bisa juga sepedaan di kawasan ini, tapi berhubung saya cuma bisa roda 4 ya naik mobil aja lah 😁😁. Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s